Susah dan payah yang dihadapi untuk mengejar ilmu didunia mungkin terbayar setelah kita mendapatkan pekerjaan yang menurut anggpan kita akan menjamin kehidupan kita didunia, namun apakah itu yang sebenarnya kita cari?
Perjalan hidup kita mungkin telah dimulai sebelum kita dilahirkan didunia, sebelum kita lahir kita telah merepotkan orang yang sekaran sangat kita sayangi yaitu ibu kita, Sembilan bulan didalam kadungan bukanlah waktu yang singkat, ditambah beban yang dialami sang ibu demi sibuah hatinya, pasti akan terasa lebih lama, harpanlah yang meguatkan hatinya untuk terus bertawakal dan istiqomah, harapan akan kehadiran sang buah hati yang memang benar benar diharapkan untuk menjadi sosok manusia idaman, yang soleh/ solehah, berbakti kepada ibu bapaknya, berguna bagi agamanya dan lingkungan sekitar serta berguna bagi dunia, dapat meringankan beban penderitaannya baik didunia maupun nanti setelah menghadapnya, seorang ibu tentunya mengharapkan anak yang sempurna baik dari segi fisik/jasmani maupun dalam segi rohaninya,pribadi yang utuh dan utama, harapan ini yang menguatkan ibu hingga proses kelahiran dan proses selanjutnya.
Setelah lahir kita telanjang, menangis sekuat mungkin.. namun orang sekeliling kita bahagia, tertawa, bersuka cita dengan penuh harap yang ada pada kita terutama orang tua kita, kebahagiaan yang tak ternilai kerja keras yang kitni mendapatkan amanah untuk membesarkan anak yang baru saja lahir, dunia baru bagi kita namun harapan akan perbaikan dunia yang telah ada menuju dunia baru yang lebih baik pun berkembang, awal kehidupan dimulai dengan sejuta harpan, semua ada pada kita, sang bayi mungil yang masih merah yang belum mengerti apa apa, namun siap untuk menyongsong kehidupan.
Pembelajaran pertama dimulai melalui naluri untuk mencari makan, mecari tetek sang ibu untuk memeuhi kodratnya sebagai manusia yaitu makan, walaupun perkara makan ini yang nantinya akan membawa manusia pada beragam masalah bahkan dapat mengahancurkan hidup dan kehidupannya. Namun semua mengailir bagai air yag turun dari tempat yang tinggi satu persatu kata dipahami, tindak tanduk dan perilaku dipelajari, bersambung

Tidak ada komentar:
Posting Komentar